Memiliki rumah sendiri tentu menjadi impian setiap orang. Anda pun sering browsing untuk mencari tips dan perencanaan dalam membangun rumah. Ada cara sederhana untuk menghemat biaya membangun rumah yaitu dengan menyewa jasa kontraktor rumah.

Namun, Anda perlu hati-hati dalam memilih kontraktor rumah. Jika tidak, bukannya selesai, tetapi bangunan rumahmu bisa saja terbengkalai. Sebelum menyewa, Anda harus memastikan apakah mereka kontraktor rumah terpercaya dan bertanggung jawab atau tidak.

Jika salah pilih, rumah idaman Anda menjadi taruhannya. Ini adalah segelintir kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang akan membangun rumah dengan jasa kontraktor. Nah, berikut 10 kesalahan saat akan menyewa kontraktor rumah yang bisa Anda jadikan pelajaran.

10 Kesalahan yang sering terjadi Saat Akan Menyewa Kontraktor Rumah

1. Mencari kontraktor sendiri tanpa pertimbangan dari orang berpengalaman

Meminta rekomendasi sahabat terdekat yang sudah berpengalaman dalam membangun rumah memang menjadi jalan terbaik saat akan memilih kontraktor.

Jadi, Anda benar-benar tahu apakah kontraktor tersebut dapat bekerja dengan baik dan hasilnya memuaskan. Dan lagi, proses tawar menawar akan lebih enak, karena sudah ada penjembatan yaitu temanmu sendiri.

Beda cerita jika Anda mencari kontraktor rumah secara mandiri di internet. Parahnya, Anda tergiur iklan yang menawarkan kontraktor rumah dengan bujet yang sangat miring. Bisa-bisa Anda mendapatkan hasil yang kurang memuaskan karena belum jelas kualitas kontraktor rumah tersebut.

2. Tidak meminta identitas resmi

Sikap hati-hati dalam berhubungan dengan kontraktor rumah sangat diperlukan. Hal ini bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi sengketa. Karena sudah saling kenal dan merupakan rekomendasi dari keluarga, Anda santai saja tanpa meminta identitas resminya.

Jika memungkinkan, buat kontrak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Jadi jelas dalam hal perencanaan pembangunan dan masalah kekurangan.

Modal percaya tidak bisa menjadi jaminan Anda bisa membangun rumah dengan lancar tanpa hambatan. Bagaimana jika nanti terjadi masalah dalam proses membangun rumah?

3. Sering tergoda dengan biaya yang murah meriah

Setelah membanding-bandingkan kontraktor A dan kontraktor B, ternyata harga kontraktor A jauh lebih murah. Bahkan setelah dihitung-hitung selisihnya mencapai Rp 50 juta. Namun, jangan langsung tergiur dulu. Anda patut curiga dengan kualitas material bangunan yang mereka pilih serta keahlian para pekerjanya. Jangan sampai rumah sudah selesai dibangun tetapi hasilnya kurang memuaskan.

4. Kurang memerhatikan latar belakang profesionalitas kontraktor

Apapun jenis rumah yang akan dibangun, Anda harus memastikan bahwa kontraktor yang dipilih memang telah jago dalam bidangnya. Seringnya, banyak yang asal-asalan memilih kontraktor tanpa tahu sejarah dan kemampuan dari para tukangnya.

Kalau kurang hati-hati, bisa saja rumahmu menjadi kelinci percobaan. Sehingga, ada baiknya untuk melacak riwayat kerja mereka dan juga mencari tahu apakah mereka sudah ada pengalaman membuat rumah dengan tipe yang Anda mau.

5. Terburu-buru menandatangani kontrak

Saat menandatangani kontrak, apakah Anda sudah paham dan yakin betul dengan isinya? Karena sering terburu-buru menandatangani kontrak, banyak nih yang merugi. Apalagi jika terjadi masalah, Anda tidak bisa menuntut pertanggung jawaban. Karena memang tidak disebutkan di dalam kontrak.

Luangkan waktu untuk membaca isi kontrak. Teliti satu-satu, adakah isi kontrak yang kurang sesuai atau masih ambigu. Jadi nanti isi kontrak bisa sesuai dengan harapan dari kedua belah pihak.

6. Suka malas mencari referensi dan suka ikut-ikutan

Saat membangun rumah, Anda pasti akan menentukan berapa bujet yang perlu disiapkan. Karena malas mencari referensi dari banyak pihak, Anda ikut-ikutan dengan standar bujet yang tetanggamu siapkan saat membangun rumah. Padahal, jika lebih telaten lagi, Anda bisa mendapatkan kontraktor rumah yang terpercaya dengan bujet yang tidak terlalu mahal.

Coba selidiki satu-satu kontraktor yang Anda temui. Catat material apa saja yang akan mereka pakai hingga jumlahnya kira-kira habis berapa. Anda bisa survei lagi apakah benar-benar habis sesuai harga yang mereka ajukan atau tidak.

7. Tidak menyimpan resi pembayaran

Agar semua perputaran uang tercatat dengan baik, Anda bisa menyimpan resi pembayaran material bangunan. Meski terkesan ribet, hal ini sangat membantumu untuk menghitung biaya total. Ada kalanya, Anda pasti malas menyimpan resi pembayaran paku karena terlihat sepele. Namun, hal ini menjadi perlu kalau ingin mendapatkan total biaya yang paling akurat.

8. Tergantung pada sistem pembayaran tunai

Karena sering melakukan pembelian secara tunai, resi pembayaran pun tercecer. Khususnya bagi Anda yang kurang telaten menyimpan resi dan mengumpulkannya satu-satu. Ada cara mudah untuk mengakalinya yaitu dengan transaksi elektronik. Karena di sinilah semua pengeluaran akan tercatat.

9. Terburu-buru melunasi pembayaran

Niatan baikmu kadang bisa menjadi celah bagi orang lain untuk melakukan kejahatan. Anda yang tidak mau menunda-nunda segera melunasi pembayaran kontraktor meski rumah belum selesai. Tidak disangka-sangka, ternyata uang tersebut dibawa kabur oleh si kontraktor, padahal rumahmu baru setengah jadi.

Solusinya adalah Anda bisa melakukan pembayaran bertahap. Seperti pembayaran pertama setelah selesai membangun pondasi, kedua saat sudah mendirikan struktur bangunan. Dan terakhir adalah ketika dinding sudah berdiri dan seterusnya.

10. Tidak mengecek kesejahteraan pekerja

Banyak yang sering lalai akan kesejahteraan pekerja dalam membangun rumah pribadi ini. Anda pasti beranggapan bahwa mereka akan mendapatkan perlindungan atau asuransi dari kontraktor.

Pastikan baik-baik berkaitan dengan perlindungan ini. Takutnya, jika terjadi kecelakaan kerja tidak jelas siapa yang harus bertanggung jawab.

Menu

Konsultasi via telepon 0813 3491 9281 atau whatsapp Klik Disini