Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak keuntungan yang diperoleh ketika memutuskan tinggal di apartemen. Namun, kalau membaca banyak berita yang ada, masalah timbul justru dengan pengelola. Mereka yang seharusnya bukanlah pihak developer sering kali menjadi perpanjangantangan yang senantiasa mencari keuntungan. Bagaimana dengan pengelola di Apartemen Sudirman Park?

Masalah yang Sering Terjadi Antara Pengelola dan Penghuni Apartemen

Ketika apartemen sudah selesai dibangun dan sudah serah terima antara developer dan penghuni, seharusnya sudah tidak ada lagi campur tangannya di apartemen. Pengelolaan biasanya sudah diserahkan kepada penghuni dan orang atau perusahaan yang ditunjuk.

Kenyataannya, banyak developer yang sering kali dianggap dengan sengaja membiarkan pengelolaan tetap berada di pihaknya. Berbagai alasan diberikan, seperti hunian yang belum terjual 90%. Perijinan juga menjadi salah satu kendala. Ada pula pihak pengembang yang menyatakan sudah tidak ikut campur dengan apartemen yang didirikannya. Namun, di lapangan pengelola bagian dari perusahaan.

Pemerintah Pusat dan Daerah sendiri dalam hal ini belum memberikan aturan dan tanggapan yang bagus. Akhirnya, konflik sering terjadi antara pengelola dan penghuni. Beberapa masalah yang paling umum terjadi antara keduanya, yaitu:

1. Pembangunan yang Tidak Kunjung Selesai

Ini menjadi masalah bagi Anda yang indent dengan apartemen yang sedang dibangun.

Banyak pengembang yang pada akhirnya tidak dapat menyelesaikan pembangunannya.

Apa yang diperoleh konsumen? Rugi dana, tenaga, dan waktu tidak terelakkan. Pengembalian dana yang diberikan dengan msalah seperti ini berada di bawah 30 % dari dana yang sudah disetorkan.

Be te nggak sih kalau Anda mengalaminya?

2. Lahan Parkir yang Kecil

Masalah kedua, terletak pada lahan parkir yang kecil.

Banyak apartemen yang hanya menyediakan lahan yang cukup untuk separo jumlah unit yang tersedia.

Ini terkadang terjadi karena pengembang dan pengelola malas menginvestasikan dana untuk lahan parkir. Ada pula perusahaan yang ternyata hanya mengantongi ijin pendirian rumah susun, sehingga bangunan lahan parkir memang tidak dibuat luas.

3. Iuran Bulanan

Masalah iuran bulanan tidak hanya menjadi milik kompl;ek apartemen. Penghuni komplek rumah tapak juga dapat mengalami. Masalah yang biasa terjadi adalah iuran dianggap terlalu mahal dibandingkan fasilitas dan pelayanan yang diberikan. Sementara, dari sisi pengelola sering kali dianggap menyalahi aturan karena menunggak iuran dalam jumlah besar.

4. Fasilitas yang Tidak Terawat

Terakhir, masalah pengelola dan penghuni adalah fasilitas yang tidak terawat. Kebanyakan masalah instalasi air, listrik, dan pendingin ruangan.

Adanya rembesan air dari pendingin ruangan dan saluran televisi yang tidak bagus diterima sering dikompalin oleh penghuni.

Pengelola Apartemen Sudirman Park

Jika membaca uraian di atas, Anda pasti sudah mengetahui dan membayangkan seberapa penting peranan pengelola apartemen.

Saat Anda memutuskan untuk tinggal apartemen, penting diketahui pengelolaan di dalamnya. Namun, sebaiknya setiap penghuni bersiap pula dengan berbagai masalah yang mungkin terjadi. Mengapa? Agar Anda tidak terkejut dan stres, tentunya.

Kecuali, Anda sudah memutuskan untuk tinggal di Apartemen Sudirman Park. Di sini, pengelolaan  yang dilakukan oleh Inner City Management sangat bagus.

Pertama, Fasilitas yang ada cukup terawat dengan baik. Berbagai hal sudah disiapkan dan diantisipasi oleh manajemen.

Masih ingatkah Anda peristiwa pemadaman listrik hampir di seluruh Jawa pada awal Agustus 2019? Apartemen Sudirman Park tidak terkena dampaknya secara siginifikan. Pengelola sudah menyiapkan generator atau genset berkekuatan 2000 kVA untuk mengakomodir sekitar 2000-an unitnya.

Dengan kondisi ini, lift yang menjadi sarana utama naik dan turun penghuni tetap berjalan dengan baik. Bisa Anda bayangkan bukan seandainya listrik padam dan lift tidak berfungsi? Pasti penghuni yang berada di lantai lebih dari 10 merasa kesulitan untuk beraktivitas.

Kedua, apartemen yang terletak di Jalan KH Mas Mansyur ini tidak menetapkan dan mengambil iuran bulanan dari penghuninya. Mereka hanya memungut biaya parkir di kisaran Rp200.000,00 per bulan.

Hmm.. Minimal dengan pengelolaan seperti di Apartemen Sudirman Park, Anda akan merasa lebih nyaman. Meskipun tidak ada gading yang tidak retak atau kekurangan pihak pengelola pasti ada. Namun, kekurangan tersebut dapat diminimalisir dampaknya.

Menu