Bencana gempa yang akhir-akhir ini sering terjadi di sebagian wilayah Indonesia, menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Ketakutan yang ada di benak masyarakat itu sangat beralasan. Apabila dilihat dari dampak bencana gempa yang terjadi di lombok beberapa waktu yang lalu, dengan banyaknya korban yang berjatuhan, terlebih kondisi rumah warga yang hancur akibat getaran gempa yang menncapai 7,0 SR, menimbulkan ketakutan yang mendalam jika sewaktu-waktu terjadi bencana gempa di tempat tinggal mereka. Solusinya dengan membuat rumah tahan gempa, salah satunya rumah bambu.

Melihat kondisi dampak bencana gempa yang terjadi tersebut, masyarakat kembali diingatkan bahwa sangat perlu mempersiapkan sedini mungkin, bagaimana cara menghadapi kondisi bencana yang bisa saja terjadi kapanpun. Berbagai alternatif yang pernah ditawarkan oleh pemerintah, mulai dari persiapan diri pada saat terjadi gempa, hingga mencari alternatif yakni membangun rumah yang tahan terhadap bencana gempa, dimana rumah bambu menjadi salah satu solusi alternatif rumah tahan gempa.

Bambu sebagai Bahan Bangunan yang Sustainabel dan Tanggap terhadap Bencana

Seperti yang kita ketahui, bahwa tanaman bambu dapat dengan mudah ditemui di banyak daerah di Indonesia, dan beberapa daerah tropis lainnya, seperti di Hawai, hingga Amerika Selatan. Bahkan di non-daerah tropis, seperti di California, UK, Cina, Jepang, Vietnam dan di Australia, tanaman bambu bisa di budidayakan dan tumbuh dengan cepat, sehingga dapat dipanen dalam waktu 3-5 tahun. Tentunya pertumbuhan tanaman ini sangat sangat cepat bila dibandingkan dengan tanaman kayu lembut dan keras, yang bisa mencapai 10 hingga 50 tahun untuk kemudian dapat dimanfaatkan. Untuk itu wajar apabila disebutkan bahwa bambu merupakan tanaman yang paling cepat berkembang biak di planet ini, dan merupakan bahan bangunan yang sustainable atau ramah lingkungan dan sangat mudah didapat.

Selain dapat digunakan untuk bahan bangunan struktural dan bahan finishing, tampilan permukaan bambu juga sangat indah bila di perlakukan dengan baik dan benar. Bambu juga dapat dipotong, disusun, dan dikombinasikan dengan bahan lain, sesuai dengan kebutuhan. Hal penting yang harus diperhatikan dalam hal pengolahan bambu adalah dalam hal sambungan (buhul). Bambu tidak dapat diperlakukan penyambungannya seperti pada kayu. Banyak contoh sambungan-sambungan bambu yang dapat dipelajari dari bangunan bambu yang telah ada. Bambu yang telah diawetkan dengan sistem VSD & Pressure Tank, anti bubuk dapat tahan hingga puluhan tahun. Keawetan rumah bambu dapat diperoleh dengan treatment bambu terlebih dahulu yakni menggunakan borax. Bambu diharapkan dapat menjawab masalah kelangkaan kayu dan tingginya biaya energi.

Arsitektur Rumah Bambu

Salah satu material yang paling istimewa di dunia adalah bambu, dimana memiliki ketahanan tarik lebih kuat dari baja dan ketahanan tekan lebih kuat dari beton. Bambu juga mampu tumbuh lebih dari 1 meter dalam sehari dan menghasilkan 35% oksigen lebih banyak dari pohon biasa, sehingga membuat desain bangunan dan konstruksi dengan menggunakan material dari bambu ini begitu unik dan menghasilkan keindahan yang berbeda.

Dari web IRE, Jogjakarta, bangunan bambu bisa menjadi alternatif bangunan tahan gempa. Di samping itu kekuatan bambu cukup tinggi dimana berdasarkan hasil penelitian, kekuatan tarik untuk beberapa jenis bambu pada bagian kulit melampaui kekuatan tarik menarik baja mutu sedang, namun bambu juga mempunyai kelemahan berkaitan dengan keawetannya apabila tidak diolah dengan benar.

Rumah Bambu Tahan Gempa harus dibuat dengan beberapa ketentuan, antara lain :

1. Mengunakan bambu yang sudah tua, sudah diawetkan dan dalam keadaan kering,
2. Rumah bambu didirikan di atas permukaan tanah yang rata,
3. Pondasi dan sloof (sloof diangker ke pondasi di setiap jarak 50-100 cm) mengelilingi denah rumah,
4. Ujung bawah kolom bambu masuk sampai pondasi, diangker dan bagian dalam ujung bawah kolom diisi dengan tulangan dan mortar),
5. Elemen dinding yang berhubungan dengan sloof atau kolom harus diangker di beberapa tempat,
6. Di ujung atas kolom diberi balok ring yang mengitari denah bangunan, elemen dinding juga harus di angker dengan balok ring
7. Bila ada bukaan dinding seperti angin-angin, jendela dan pintu, harus diberi perkuatan di sekeliling bukaan tersebut,
8. Pada setiap pertemuan bagian dinding dengan bagian dinding lainnya, harus ada kolom dan dinding diangker kolom
9. Rangka atap (kuda-kuda) bisa di konstruksi dengan tumpuan sederhana (sendi-rol), di mana setiap dudukan rangka atap harus diletakkan pada posisinya, dan perlu diangker dengan kolom
10. Ikatan angin pada atap wajib dipasang di setiap antar kuda-kuda. Ikatan angin ini dipasang pada bidang kemiringan atap di bawah penutup atap, dan pada bidang vertikal diantara dua kuda-kuda.

Menu