Cara Menghitung Luas Bangunan 2 Lantai

Cara Menghitung Luas Bangunan 2 Lantai

Cara Menghitung Luas Bangunan 2 Lantai – Jawaban singkatnya begini: luas bangunan 2 lantai didapat dari luas lantai pertama ditambah luas lantai kedua, lalu ditambah separuh luas area setengah terbuka seperti teras dan balkon.

Kelihatannya sepele, tapi dari pengamatanku, banyak pemilik rumah yang meleset di bagian tangga, void, dan balkon, sampai selisih angkanya mengubah anggaran secara drastis. Di tulisan ini aku bahas cara menghitung luas bangunan 2 lantai langkah demi langkah, lengkap dengan contoh angka yang gampang diikuti.

Daftar Isi

Rumus Dasar Luas Bangunan 2 Lantai dan Contoh Cepatnya

contoh gambar kerja (denah) dinasti nawa karya

Sebelum masuk ke langkah teknisnya, kita samakan dulu pemahaman soal rumus dan istilahnya. Dengan begitu, hitungan berikutnya terasa jauh lebih ringan.

Rumus Intinya: Lantai 1 + Lantai 2 + Area Setengah Terbuka

Rumus yang selalu kupakai adalah total luas bangunan sama dengan luas lantai 1, ditambah luas lantai 2, ditambah 50 persen luas area setengah terbuka. Area setengah terbuka artinya bagian yang beratap tapi tidak berdinding penuh, misalnya teras dan balkon.

Luas tiap lantai dihitung dengan mengalikan panjang dan lebarnya. Kalau bentuk denahnya tidak persegi, pecah dulu jadi beberapa bagian sederhana lalu jumlahkan.

Luas Bangunan dan Luas Tanah Itu Dua Hal Berbeda

Luas tanah adalah ukuran seluruh lahan, sedangkan luas bangunan adalah jumlah semua lantai yang berdiri di atasnya. Di rumah 2 lantai, luas bangunan hampir selalu lebih besar dari luas tapak yang menempel di tanah.

Untuk urusan perizinan, pemerintah daerah biasanya membatasi luas tapak sekaligus total luas lantai. Jadi sebelum menggambar denah, cek dulu aturan setempat supaya rencanamu tidak mentok di tengah jalan.

Baca Juga:  Struktur Bangunan 2 Lantai

Contoh Hitungan Singkat Rumah 2 Lantai

Misalnya lantai 1 berukuran 9 x 10 meter dan lantai 2 berukuran 9 x 8 meter, keduanya sudah termasuk tangga. Maka luas lantai 1 adalah 90 meter persegi dan luas lantai 2 adalah 72 meter persegi.

Tambahkan teras 3 x 5 meter dan balkon 2 x 4 meter yang masing-masing dihitung separuh, yaitu 7,5 dan 4 meter persegi. Totalnya 90 + 72 + 7,5 + 4 = 173,5 meter persegi, dan angka inilah yang jadi patokan luas bangunanmu.

Persiapan Sebelum Mulai Mengukur agar Angka Tidak Meleset

Persiapan Sebelum Mulai Mengukur agar Angka Tidak Meleset

Kesalahan hitung luas paling sering muncul bukan karena rumusnya, tapi karena persiapannya asal-asalan. Tiga hal di bawah ini selalu kupastikan sebelum memegang meteran.

Siapkan Denah dan Alat Ukur yang Tepat

Kalau rumahnya masih rencana, pegang gambar denah lengkap dengan skala yang jelas. Kalau bangunannya sudah berdiri, siapkan meteran laser atau meteran gulung minimal 5 meter.

Buku catatan dan kalkulator juga wajib ada di tangan. Mencatat langsung di lokasi jauh lebih aman daripada mengandalkan ingatan.

Tentukan Dulu Batas Ukurnya

Sebelum mengukur, putuskan dulu bagian mana yang dijadikan patokan. Keputusan ini memengaruhi angka akhir, sehingga harus konsisten dari lantai pertama sampai lantai kedua.

Ukur dari As Dinding atau Sisi Luar Dinding

Banyak kontraktor mengukur dari sisi luar dinding karena hasilnya mencerminkan luas bangunan yang benar-benar terbangun. Ada juga yang memakai as dinding, yaitu garis tengah dinding, terutama di gambar kerja.

Selisihnya memang kecil per dinding, tapi kalau dijumlahkan di seluruh sisi rumah bisa terasa. Karena itu tulis metode yang kamu pakai di catatan hitunganmu.

Konsistensi Lebih Penting daripada Metodenya

Metode mana pun boleh dipakai selama tidak dicampur di satu bangunan yang sama. Mencampur pengukuran dinding dalam di lantai 1 dan sisi luar di lantai 2 adalah resep pasti untuk hasil yang tidak akurat.

Kalau kamu membandingkan penawaran dari beberapa kontraktor, tanyakan juga metode ukur yang mereka pakai. Kadang perbedaan harga ternyata cuma perbedaan cara menghitung luas.

Samakan Satuan dan Catat dengan Rapi

Pakai satu satuan saja dari awal sampai akhir, sebaiknya meter. Kalau ada ukuran dalam sentimeter, ubah dulu ke meter sebelum dikalikan.

Tuliskan panjang, lebar, dan hasil kali untuk setiap ruang atau bagian dalam bentuk daftar. Catatan yang rapi memudahkan kamu memeriksa ulang kalau hasil akhirnya terasa janggal.

Langkah Menghitung Luas Lantai 1, Lantai 2, dan Area yang Sering Terlupa

Denah Struktural Bangunan

Bagian ini adalah inti dari cara menghitung luas bangunan 2 lantai. Kita mulai dari lantai bawah, naik ke lantai atas, lalu menutup dengan area yang sering luput dari hitungan.

Menghitung Luas Lantai Pertama

Lantai pertama biasanya jadi lantai paling luas karena menampung ruang tamu, dapur, dan area keluarga. Karena itu, hitung bagian ini dengan paling teliti.

Untuk Denah Persegi Panjang

Ukur panjang dan lebar terjauh dari denah, lalu kalikan keduanya. Panjang 10 meter dan lebar 9 meter berarti luasnya 90 meter persegi.

Pastikan kamu mengukur di titik terjauh yang sama pada kedua sisi. Titik ukur yang berbeda-beda akan menghasilkan angka yang tidak konsisten.

Baca Juga:  Struktur Bangunan Rumah Minimalis

Untuk Denah Bentuk L, U, atau Tidak Beraturan

Bagi denah menjadi beberapa persegi panjang kecil, hitung luas masing-masing, lalu jumlahkan. Denah berbentuk L, misalnya, cukup dipecah jadi dua persegi panjang.

Beri kode di gambar, misalnya bagian A, B, dan C, supaya tidak ada yang terhitung dua kali. Cara ini juga mempermudah pengecekan kalau ada revisi denah.

Menghitung Luas Lantai Kedua

Prinsip menghitung lantai kedua sama persis dengan lantai pertama, yaitu panjang dikali lebar untuk tiap bagian. Bedanya, lantai atas sering punya bentuk yang berbeda karena ada void atau bagian yang dimundurkan.

Kalau Lantai 2 Lebih Kecil dari Lantai 1

Ini sangat umum, terutama di rumah dengan teras atau carport yang menjorok di lantai bawah. Kamu tidak boleh menyalin angka lantai 1, tapi harus mengukur ulang berdasarkan denah lantai 2.

Contohnya lantai 1 seluas 90 meter persegi, sedangkan lantai 2 hanya 9 x 8 meter atau 72 meter persegi. Selisih 18 meter persegi itu bisa jadi ruang terbuka atau atap dak.

Cara Mengurangi Area Void

Void adalah bagian lantai atas yang dibiarkan kosong, misalnya di atas ruang tamu yang dibuat tinggi. Luas void tidak dihitung sebagai luas lantai kedua.

Caranya, hitung dulu luas persegi panjang lantai 2 secara utuh, lalu kurangi dengan luas void. Kalau void berukuran 3 x 2 meter, kurangi 6 meter persegi dari hasilnya.

Area yang Sering Terlupa Saat Menghitung

Fungsi Dan Manfaat Model Tangga Beton Minimalis

Setelah lantai 1 dan lantai 2 selesai, jangan buru-buru menjumlahkan. Ada beberapa bagian yang sering terlewat dan membuat total luas jadi tidak akurat.

Tangga

Tangga yang berada di dalam denah dihitung sebagai bagian dari lantai yang dilewatinya. Artinya, luas tangga masuk ke lantai 1 dan juga ke lantai 2, sesuai proyeksinya di masing-masing lantai.

Kesalahan yang sering kutemui adalah tangga dihitung hanya sekali atau malah dikeluarkan dari hitungan. Padahal secara praktik, area tangga tetap memakai material dan biaya konstruksi.

Teras, Balkon, dan Carport

Area beratap yang tidak berdinding penuh biasanya dihitung setengahnya, sehingga teras 15 meter persegi menjadi 7,5 meter persegi. Ini kebiasaan yang lazim dipakai kontraktor, meski angka koefisiennya bisa berbeda di tiap daerah atau tiap perusahaan.

Kalau balkon atau teras berdinding penuh dan berfungsi seperti ruangan, hitung dengan luas penuh. Konfirmasikan aturan yang dipakai sebelum menandatangani kontrak.

Ketebalan Dinding dan Posisi Kolom

Kalau kamu mengukur dari sisi luar, ketebalan dinding sudah otomatis terhitung di dalam luas lantai. Sebaliknya, kalau mengukur ruang bersih dari dinding dalam, luas yang didapat akan lebih kecil dari luas terbangun.

Posisi kolom bangunan rumah juga memengaruhi denah karena kolom memakan ruang di sudut dan sisi dinding. Sebaiknya ini dipertimbangkan sejak tahap denah supaya ruang yang tersisa tetap lega dipakai.

Rooftop atau Atap Dak

Dak atap yang dipakai sebagai area jemur atau santai memang tidak dihitung sebagai luas lantai penuh. Meski begitu, biaya pengecoran dan waterproofing-nya tetap harus masuk anggaran.

Kalau dak tersebut kamu jadikan ruang tertutup di kemudian hari, hitung ulang sebagai lantai tambahan. Merencanakannya dari awal jauh lebih murah daripada membongkar di belakang.

Baca Juga:  Rahasia Bahan Bahan Bangunan Rumah Kuat dan Nyaman

Menjumlahkan Semuanya Jadi Total Luas Bangunan

Tahap terakhir cuma penjumlahan: luas lantai 1, ditambah luas lantai 2, ditambah separuh luas area setengah terbuka. Pada contoh tadi, hasilnya 173,5 meter persegi.

Sebelum mencatat angka final, cek ulang dengan cara berbeda, misalnya menghitung per ruangan lalu membandingkannya dengan hitungan per lantai. Selisih besar biasanya menandakan ada bagian yang terlewat atau terhitung dua kali.

Dari Luas Bangunan ke Anggaran dan Struktur: Jangan Berhenti di Angka Saja

Dari Luas Bangunan ke Anggaran dan Struktur: Jangan Berhenti di Angka Saja

Luas bangunan bukan sekadar angka untuk laporan, melainkan dasar dari banyak keputusan berikutnya. Berikut hal-hal yang biasanya kupertimbangkan setelah angka totalnya ketemu.

Luas Bangunan Menentukan Estimasi Biaya

Estimasi kasar biaya membangun biasanya dihitung dengan mengalikan luas bangunan dengan biaya per meter persegi. Sekadar ilustrasi, kalau biayanya Rp4 juta per meter persegi, bangunan 173,5 meter persegi memerlukan sekitar Rp694 juta.

Angka biaya per meter persegi berbeda-beda tergantung lokasi, kualitas material, dan desain. Jadi anggap hasilnya sebagai gambaran awal, bukan harga final.

Luas Lantai Belum Cukup untuk Menentukan Kekuatan Struktur

Rumah dua lantai punya beban yang jauh berbeda dibanding rumah satu lantai, sehingga struktur bangunan rumah 2 level perlu dirancang dengan perhitungan tersendiri. Dua rumah dengan luas sama bisa punya kebutuhan struktur berbeda kalau bentang dan fungsi ruangnya berbeda.

Dari pengalamanku, perhitungan struktur bangunan yang matang juga membantu menghindari pemborosan besi dan beton. Begitu pula perhitungan rangka bangunan yang tepat akan membuat rumah kuat sekaligus efisien.

Kalau Rencananya Berkembang Jadi 3 Lantai atau Kost

Banyak pemilik rumah awalnya membangun dua lantai lalu berniat menambah lantai ketiga atau menyewakan kamar. Untuk kebutuhan seperti ini, ada pembahasan khusus soal hitung struktur rumah 3 lantai dan hitung struktur rumah kost yang bisa jadi referensi.

Kalau rencanamu tetap dua lantai, panduan tentang hitung struktur rumah 2 lantai membantu kamu memahami komponen apa saja yang perlu dihitung. Menyiapkan fondasi dan kolom untuk pengembangan sejak awal jauh lebih hemat daripada memperkuatnya belakangan.

Kapan Perlu Bantuan Konsultan

Menghitung luas sendiri sangat mungkin dilakukan, tapi urusan struktur dan gambar kerja sebaiknya dipegang profesional. Kalau kamu bingung memilih konsultan bangunan, lihat portofolio, pengalaman proyek sejenis, dan kejelasan hasil kerjanya.

Tujuannya sederhana: rumah aman, biaya terkendali, dan hasil hitungan bisa dipertanggungjawabkan. Ini investasi kecil dibanding risiko memperbaiki bangunan yang sudah berdiri.

Penutup: Hitung Sendiri Boleh, Asal Teliti dan Konsisten

Cara menghitung luas bangunan 2 lantai sebenarnya tidak rumit: hitung tiap lantai, tambahkan separuh area setengah terbuka, lalu cek ulang. Kuncinya ada di ketelitian, konsistensi metode ukur, dan kejelian melihat bagian yang sering terlupa seperti tangga, void, dan balkon.

Semoga panduan ini membantumu membuat hitungan yang lebih akurat sebelum mulai membangun. Kalau masih ada yang membingungkan, lihat pertanyaan yang sering muncul di bawah ini.

FAQ

Apa rumus menghitung luas bangunan 2 lantai?

Rumusnya adalah luas lantai 1 ditambah luas lantai 2, ditambah 50 persen luas area setengah terbuka seperti teras dan balkon. Luas tiap lantai didapat dari panjang dikali lebar.

Apakah luas bangunan sama dengan luas tanah?

Tidak sama. Luas tanah adalah ukuran lahan, sedangkan luas bangunan adalah total lantai yang dibangun di atasnya, sehingga rumah dua lantai biasanya punya luas bangunan lebih besar dari luas tapaknya.

Apakah tangga dihitung dalam luas bangunan?

Ya, tangga dihitung sebagai bagian dari lantai yang dilewatinya. Proyeksi tangga masuk ke luas lantai 1 dan juga ke luas lantai 2.

Bagaimana cara menghitung luas balkon dan teras?

Kalau beratap tapi tidak berdinding penuh, umumnya luasnya dihitung 50 persen. Kalau berdinding penuh dan dipakai seperti ruangan, luasnya dihitung penuh.

Bagaimana kalau lantai 2 lebih kecil dari lantai 1?

Ukur dan hitung lantai 2 secara terpisah berdasarkan denahnya sendiri. Jangan menyalin angka lantai 1, karena selisih ukurannya akan membuat total luas bangunan meleset.

Apakah void dihitung sebagai luas lantai?

Tidak, void tidak dihitung sebagai luas lantai kedua. Hitung dulu luas lantai secara utuh, lalu kurangi dengan luas void.

Ukur dari dinding dalam atau as dinding?

Keduanya bisa dipakai, asalkan konsisten di seluruh bangunan. Untuk luas terbangun, pengukuran dari sisi luar dinding umumnya lebih mewakili kondisi sebenarnya.

Bagaimana menghitung luas bangunan berbentuk L?

Pecah denah menjadi dua atau lebih persegi panjang, hitung luas masing-masing, lalu jumlahkan. Beri kode tiap bagian agar tidak ada area yang terhitung dua kali.

Bagaimana mengestimasi biaya bangunan dari luasnya?

Kalikan total luas bangunan dengan biaya per meter persegi yang berlaku di daerahmu. Hasilnya hanya perkiraan awal, karena biaya nyata dipengaruhi material, desain, dan kondisi lahan.

Simak Artikel Terkait Lainnya

Scroll to Top